Menjaga Hubungan Baik saat Resign

Menjaga Hubungan Baik saat Resign

Kali ini, Team Nguli Digital akan membahas mengenai tentang Menjaga Hubungan Baik saat Resign

Saat kita memutuskan untuk mengakhiri pekerjaan kita dan beralih ke peluang baru, penting untuk tetap menjaga hubungan baik dengan perusahaan lama, atasan, dan rekan kerja.

Menjaga hubungan yang baik saat resign bukan hanya merupakan tanda sikap profesional, tetapi juga dapat mempengaruhi reputasi kita di industri yang sama.

Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah penting untuk menjaga hubungan baik saat resign dan membangun jejak yang baik dalam karir kita.

I. Pendahuluan

Sebelum kita memasuki detail langkah-langkah, mari kita pahami mengapa penting untuk menjaga hubungan baik saat resign.

Pertama, kita ingin meninggalkan perusahaan dengan sikap yang baik.

Hal ini bisa berdampak pada referensi yang kita dapatkan di masa depan.

Kedua, kita ingin tetap memiliki jaringan yang kuat dalam industri yang sama.

Koneksi yang baik dapat membuka pintu peluang karir di masa mendatang.

Terakhir, menjaga hubungan baik adalah sikap yang profesional dan menghormati proses transisi di tempat kerja.

II. Persiapan sebelum Resign

Sebelum mengumumkan keputusan resign, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan.

Pertama, kita perlu menilai alasan dan tujuan kita untuk resign.

Pastikan keputusan ini sudah dipikirkan matang dan bukan keputusan yang terburu-buru.

Kedua, penting untuk berkomunikasi dengan atasan dan tim tentang niat resign kita.

Diskusi terbuka ini bisa membantu mengurangi kejutan dan mempersiapkan proses transisi dengan baik.

Ketiga, kita perlu menyusun rencana transisi yang detail, termasuk mengidentifikasi tugas-tugas yang perlu ditugaskan kepada orang lain dan menjelaskan proses yang sedang berjalan.

III. Komunikasi yang Efektif

Saat saatnya tiba untuk mengungkapkan niat resign kita, penting untuk melakukan komunikasi yang efektif.

Pertama, sampaikan niat resign dengan sopan kepada atasan langsung kita. Jelaskan alasannya dengan jelas dan hindari bersikap defensif.

Kedua, dalam komunikasi ini, kita perlu menjaga transparansi.

Berikan informasi yang relevan dan jujur tentang alasan kita resign, tetapi tetap menjaga privasi dan kerahasiaan yang perlu dijaga.

Terakhir, penting untuk menghormati perusahaan dan rekan kerja kita dalam komunikasi.

Hindari memberikan kritik negatif secara langsung dan fokus pada pengalaman positif yang telah kita dapatkan selama bekerja.

IV. Mengelola Emosi

Proses resign bisa menjadi situasi yang emosional.

Penting untuk bisa mengelola emosi kita dan tetap menjaga sikap profesional.

Pertama, coba kendalikan emosi kita dan hindari bereaksi secara impulsif.

Jika kita merasa marah atau kecewa, berikan diri kita waktu untuk tenang sebelum berkomunikasi.

Kedua, jaga sikap positif meskipun kita menghadapi situasi yang sulit.

Ini akan membantu menjaga hubungan baik dengan atasan dan rekan kerja.

Terakhir, jika kita merasa terlalu terbebani dengan emosi, carilah dukungan dari rekan kerja atau profesional lainnya seperti konsultan karir.

V. Melakukan Penutupan yang Baik

Setelah pengumuman resign, penting untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kita dengan baik.

Jangan meninggalkan pekerjaan tanpa menyelesaikan apa yang telah kita mulai.

Bantu tim dan atasan kita dengan memberikan informasi yang mereka butuhkan untuk melanjutkan proses.

Selain itu, berikan kesempatan kepada pengganti kita untuk belajar dan memahami tanggung jawab mereka.

Ini bisa berupa mentoring atau pengenalan yang baik terhadap tugas-tugas yang harus mereka jalankan.

VI. Membangun Jejak Baik

Resign bukanlah akhir dari hubungan kita dengan perusahaan lama.

Kita masih dapat membangun jejak baik setelah resign.

Pertama, berikan testimonial atau referensi yang baik kepada perusahaan lama.

Ini bisa membantu mantan rekan kerja mendapatkan informasi positif tentang kinerja kita.

Kedua, menjaga reputasi baik dalam industri adalah langkah penting.

Jangan mengucilkan perusahaan lama atau rekan kerja kita dalam percakapan dan interaksi profesional.

Terakhir, kita bisa berperan sebagai duta perusahaan lama dengan memberikan informasi positif tentang pengalaman kerja kita di sana kepada orang lain.

VII. Kesimpulan

Menjaga hubungan baik saat resign adalah sikap yang penting dalam membangun karir yang sukses.

Dengan persiapan yang baik, komunikasi yang efektif, pengelolaan emosi yang baik, dan penutupan yang baik, kita dapat menjaga hubungan baik dengan perusahaan lama, atasan, dan rekan kerja. Ini tidak hanya mempengaruhi reputasi kita, tetapi juga membuka peluang karir di masa depan.

Resign bukanlah akhir dari hubungan kita dengan perusahaan lama, tetapi awal dari membangun jejak baik dalam karir kita.

Please enable JavaScript in your browser to complete this form.
Bagi 3 orang pertama yang mengisi survey ini lebih cepat dan detail (lengkap) untuk perubahan untuk menjadi lebih baik lagi, berhak mendapatkan Saldo Gopay senilai Rp 50 ribu.
* Syarat dan Ketentuan berlaku

Leave a Comment