Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Makalah Kebudayaan Korea Selatan

Makalah Negara Korea Selatan 

Latar Belakang 

 Makalah Kebudayaan Korea Selatan, Korea Selatan adalah salah satu negara yang terletak di kawasan Asia Timur. Terletak di  kawasan Asia Timur yang strategis tidak berarti Korea Selatan memiliki tingkat perekonomian  yang maju seperti saat ini. Pada saat sebelum merdeka, Korea Selatan belum memiliki struktur  ekonomi sendiri, pada saat itu sistem ekonomi Korea masih menjadi bagian dari struktur Jepang.  

Pada masa awal kemerdekaannya Korea Selatan memiliki struktur industri yang sangat terpuruk.  Walaupun Korea Selatan sudah merdeka dari Jepang tidak membuat ekonomi Korea Selatan  semakin membaik, justru membuat perekonomian Korea Selatan semakin memburuk.  

Namun beberapa tahun terakhir ini, Korea Selatan mengalami suatu revolusi yang mampu  memperbaiki sistem perekonomian Korea Selatan. Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan  teknologi meningkat pesat. Korea Selatan mampu bangkit dari salah satu negara paling miskin  pada tahun 1950-an didunia menjadi salah satu dari beberapa negara yang berkembang dan  terkaya pada tahun 1990-an dan berhasil menjadi negara dengan Industri yang maju didunia.  

Kesuksesan Korea Selatan dalam melakukan pembangunan negaranya dapat dilihat dari  peningkatan indikator Produk Domestik Bruto (PDB) perkapita dari tahun 1960 sampai 2012,  PDB perkapita Korea Selatan mengalami kenaikan sekitar 14,6 kali lipat (Marsus, 2014) ini  merupakan kenaikan terbesar yang pernah dicapai dalam pembangunan ekonomi.

Rumusan Masalah 

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat disimpulkan rumusan  masalahsebagai berikut: 

  • Bagaimanakah keadaan geografi dan iklim negara Korea Selatan? 
  • Bagaimanakah perekonomian negara K orea Selatan serta perkembangannya  dalambidang pertanian, transportasi, IPTEK, jasa pariwisata dan hiburan? ∙ Apa saja bentuk kerjasama Korea Selatan dengan Indonesia? 
  • Bagaimana Korea Selatan berkontribusi dalam organisasi ekonomi internasional? 

Tujuan Penulisan Makalah Kebudayaan Korea Selatan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penyusunan dari penulisan  makalahini ialah sebagai berikut: 

  1. Mengetahui keadaan geografi dan iklim negara Korea Selatan. 
  2. Memahami bagaimana perekonomian Negara itu 
  3. Mengetahui apa saja bentuk kerjasama Korea Selatan dengan Indonesia

Pembahasan Makalah Negara Korea Selatan 

Bendera Dan Lambang Negara Korsel 

Bendera Korea Selatan 

Bendera Korea Selatan, atau Taegukgi (kadang-kadang juga diromanisasi sebagai Taegeukgi)  adalah bendera nasional Republik Korea. Bendera ini memiliki tiga bagian: latar belakang putih,  Taeguk merah dan biru di tengah-tengah, dan empat trigram hitam, yang dipilih dari yang semula  ada delapan, di setiap sudut bendera. 

Lambang Negara 

Lambang negara Korea Selatan (Korea: 대한민국의 국장) terdiri atas lambang taeguk, simbol yang terdapat pada Bendera Korea Selatan dikelilingi lima mahkota bunga bergaya stilasi dan pita bertuliskan "Republik Korea" (Daehan Minguk), nama resmi Korea Selatan dalam aksara Hangul. Lambang taijitu melambangkan perdamaian dan keselarasan. Lima mahkota bunga melambangkan bunga nasional Korea Selatan yaitu bunga sepatu putih (Hibiscus syriacus). Lambang ini pertama kali digunakan pada tahun 1963.

Kondisi Geografi Korea Selatan 

Letak Dan Luas  Negara Korea

Korea Selatan adalah negara yang terletak di Asia Timur, tepatnya mencakup bagian selatan  Semenanjung Korea 

Korea Utara merupakan satu-satunya negara yang berbatasan langsung dengan Korea Selatan,  dengan panjang perbatasan 238 km yang ditetapkan dengan DMZ (Garis Demarkasi Militer).  

Wilayahnya sebagian besar dikelilingi perairan dan memiliki panjang garis pantai 2.413 km.  Sebelah barat dibatasi oleh Laut Kuning, sebelah selatan dengan Laut Cina Timur, sementara  sebelah timur berbatasan dengan perairan Laut Jepang. Luas wilayah daratan keseluruhan adalah  100.032 km² dan luas perairan hanya 290 km². 

Korea Selatan memiliki banyak pulau-pulau kecil di lepas pantai perairannya. 

Pulau terbesar  adalah Jeju-do, yang terletak pada bagian selatan semenanjung dengan luas 1.825 km². Pulau  penting lainnya adalah Ulleung di Laut Jepang dan Ganghwa di perairan sebelah barat. Walau  sebagian besar pesisirnya memiliki garis yang rata, pantai selatan dan baratnya berteluk-teluk  dan mempunyai dataran berlumpur yang luas. 

Gunung tertinggi di Korea Selatan adalah Hallasan (1.950 m), berada di Pulau Jeju. Terdapat 3  rangkaian pegunungan utama di Korea Selatan, yakni Taebaek, Sobaek dan Jiri. 

Hanya 30 % daratan Korea Selatan yang merupakan dataran rendah, karena sebagian besar  wilayahnya adalah dataran tinggi dan pegunungan. Dataran rendah sebagian besar terletak di  pesisir barat dan di lembah-lembah sungai utama. Dataran rendah yang terpenting adalah dataran  rendah Sungai Han yang mencakup DKI Seoul, dataran rendah Pyeongtaek di pesisir barat,  Lembah Sungai Geum, Lembah Sungai Nakdong, dataran Yeongsan dan Honam di barat daya.  Dataran rendah di pesisir timur lebih sempit.

Sungai Nakdong adalah sungai terpanjang, yakni 521 km. Sungai Han yang mengalir melewati  Seoul panjangnya adalah 514 km. Sungai penting lainnya adalah Sungai Geum, panjangnya 401  km, Sungai Imjin dan Bukhan yang berhulu dari Korea Utara, serta Sungai Seomjin. Sungai sungai besar utamanya mengalir dari utara ke arah selatan atau dari timur ke barat. 

Iklim 

Korea Selatan beriklim sedang karena berada dalam kawasan curah hujan Asia Timur. Pengaruh  masa udara dari dataran Asia lebih besar terhadap cuaca di Korea Selatan dibanding pengaruh  dari Samudera Pasifik. Musim dingin berlangsung 3 bulan dengan kondisi cuaca kering.  Sementara musim panas singkat, namun sangat panas, basah dan lembap. Cuaca terbaik muncul  pada musim semi dan musim gugur. 

Di DKI Seoul suhu rata-rata bulan Januari adalah −5 °C  sampai −2,5 °C; pada bulan Juli berkisar dari 22.5 °C sampai 25 °C. Pulau Jeju yang terletak  pada bagian paling selatan, menerima iklim yang lebih hangat daripada daratan utama, berkisar  dari 2,5 °C pada bulan Januari dan 25 °C pada bulan Juli. 

Walau Korea Selatan kurang rentan terhadap taifun (Bahasa Korea:태풍, taepung) dibanding  Jepang, Taiwan, pesisir timur Cina ataupun Filipina, imbasnya bisa berakibat besar. Setiap  tahunnya terdapat 1 sampai 3 buah taifun yang bergerak ke semenanjung. Taifun biasanya  menyerang pada akhir musim panas dan membawa curah hujan yang sangat tinggi. Taifun  memicu banjir dan tanah longsor di berbagai tempat di Korea Selatan. 

Kondisi Kependudukan 

Korea Selatan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sekitar 487,7 jiwa/km².[60] Jumlah ini  sepuluh kali lebih banyak daripada rata – rata dunia. Kebanyakan penduduk hidup di daerah  perkotaan karena migrasi besar – besaran dari pedesaan selama ekspansi ekonomi yang pesat  pada tahun 1970, 1980 dan 1990.[61] Pada tahun 2005, Seoul merupakan kota terpadat di Korea  Selatan dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa[62] disusul oleh Busan (3,4 juta jiwa),  Incheon (2,4 juta jiwa), Daegu (2,3 juta), Daejeon (1,4 juta), Gwangju (1,4 juta) dan Suwon (1  juta).

Pada tahun 2008, tingkat kelahiran per tahun sebesar 9 kelahiran dari 1.000 orang.angka ini  merupakan yang terendah di dunia sedangkan harapan hidup rata - rata sebesar 79,10 tahun[63]  yang merupakan tertinggi keempat puluh di dunia. 

 Agama Di Korea Selatan 

Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha  adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 juta penduduk.  Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma.

Gereja Kristen  terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan kurang  dari 35.000 warga Korea yang beragama Islam, dengan 100.000 orang pekerja yang berasal dari  negara Muslim, yaitu Bangladesh, Indonesia, dan Pakistan. 

Sistem Pemerintahan Dan Politik 

Korea Selatan adalah negara republik.[32] Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya,[Korea  Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: eksekutif, yudikatif dan legislatif.[34]  Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa  jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan  persetujuan Majelis Nasional .[35] Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana  Menteri sebagai kepala pemerintahan. 

Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun.[36]  Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan  presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup. 

Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri  atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat  selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.

Ekonomi 

Korea Selatan memiliki ekonomi pasar dan menempat urutan kelima belas berdasarkan PDB.  Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor  impor yang memukau, nilai ekspornya merupakan terbesar kedelapan di dunia. Sementara, nilai  impornya terbesar kesebelas. 

Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an ketika PDB berkembang dari  rata – rata 8% per tahun (US$2,7 miliar) pada tahun 1962 menjadi US$230 miliar pada 1989.  Jumlah ini kira - kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi – ekonomi  menengah di Uni Eropa. Kemajuan ekonomi ini dikenal dengan nama Keajaiban di Sungai Han. 

Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan,  termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang  tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke  10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena  perlambatan ekonomi dunia, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial  dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. 

Dipimpin oleh industri dan konstruksi,  ekonomi Korea Selatan mulai bangkit pada 2002 dengan pertumbuhan sebesar 5,8%. Jumlah  penduduk di bawah garis kemiskinan sebesar 15% pada tahun 2003. Indeks gini menunjukkan  perbaikan, dari angka 35.8 menjadi 31.3 pada tahun 2007. Nilai investasinya sebesar 29.3% dari  PDB dan menempati urutan ke dua puluh satu. 

Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses Internet kecepatan tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam  peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat  sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga menempati peringkat ke  tiga puluh enam dalam hal tingkat pengangguran, kesembilan belas dalam Indeks Kemudahan  Berbisnis dan ketiga puluh satu dari 179 negara dalam Indeks Kebebasan Ekonomi berdasarkan  data tahun 2010.

Hubungan Korea Selatan Dengan Indonesia 

Hubungan Indonesia dengan Korea Selatan adalah hubungan bilateral luar negeri antara  Indonesia dengan Korea Selatan. Kedua negara memiliki visi, nilai, dan keinginan untuk  berkontribusi pada komunitas internasional sebagai kekuatan menengah yang sama.[1][2] Kedua  negara adalah anggota dari G-20 dan APEC. Indonesia dan Korea Selatan secara resmi  membentuk hubungan diplomatik pada 17 September 1973. Korea Selatan memiliki kedutaan  besar di Jakarta dan Indonesia memiliki kedutaan besar Seoul. 

Menurut jajak pendapat BBC World Service Poll tahun 2014, 48% orang Indonesia menerima  pengaruh Korea Selatan dengan positif, dan 27% melihatnya dengan negati

Kesimpulan 

Korea Selatan adalah sebuah negara yang dengan cepat menjadi negara maju yang bertaraf hidup  tinggi. Korea Selatan juga merupakan negara yang tingkat ekonominya tinggi, yaitu ke-4 di Asia  dan ke-15 di dunia. Kemajuan ekonomi Korea Selatan didukung oleh perusahaan elektronik,  kereta, kapal, minyak dan gas, serta robot. 

Ekonomi Korea Selatan mengalami kenaikan pada tahun 1980-an yang sering disebut dengan  istilah ‘Keajaiban di Sungai Han’. Korea Selatan merupakan salah satu negara Asia Timur, yang  terbagi atas 1 Kota Khusus, 6 Kota Metropolitan dan 9 Provinsi. Topografi Korea Selatan  sebagian besar berbukit dan tidak rata. Memiliki banyak pegunungan, dataran tinggi pulau yang berteluk. 

Memiliki 4 musim (Musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim  gugur) Beriklim sedang karena mengikuti iklim Asia Timur. Salah satu hubungan Indonesia  dengan Korea Selatan adalah, Indonesia memiliki kedutaan besar Korea di Jakarta. Dan Korea  Selatan juga memiliki kedutaan besar Indonesia di Seoul. 

Luas Korea Selatan adalah 99.274 km2, lebih kecil dibanding Keadaan topografinya sebagian  besar berbukit dan tidak rata. Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai sungai besar 

Makalah negara  ini masih memiliki berbagai jenis kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang  sifatnya membangun sangat saya harapkan.